Koneksi Antarmateri Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan Tepat Kualitas Pendidikan Meningkat
“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik” (Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best). Bob Talbert
Kutipan dari Bob Talbert tersebut
menekankan pentingnya tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis kepada
anak-anak, seperti menghitung, tetapi juga mengajarkan mereka nilai-nilai dan
prinsip-prinsip yang penting dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan, ini
berarti bahwa pendidikan yang baik tidak hanya berfokus pada aspek akademik,
tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral siswa. Dalam proses pembelajaran yang saya
pelajari, terutama dalam mengimplementasikan Social and Emotional Learning
(SEL) atau Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), kutipan ini sangat relevan. SEL/PSE menekankan pada pengembangan
keterampilan sosial dan emosional siswa, yang mencakup kemampuan untuk memahami
dan mengelola emosi, menetapkan dan mencapai tujuan positif, merasakan dan
menunjukkan empati terhadap orang lain, membangun dan menjaga hubungan positif,
serta membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita anut dalam pengambilan keputusan memiliki dampak besar pada lingkungan kita. Sebagai contoh, ketika kita memprioritaskan kejujuran, empati, dan tanggung jawab dalam setiap keputusan, kita menciptakan lingkungan yang lebih etis dan saling mendukung. Dalam konteks pendidikan, keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai ini akan membantu menciptakan budaya sekolah yang positif dan mendukung perkembangan holistik siswa. Sebagai pemimpin pembelajaran, saya dapat berkontribusi pada proses pembelajaran siswa dengan memastikan bahwa setiap keputusan yang saya buat mempertimbangkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang penting. Beberapa cara untuk melakukannya adalah Menjadi Teladan, Inklusi dalam Pengambilan Keputusan, Mengintegrasikan Nilai dalam Kurikulum, Memberikan Dukungan Emosional, & Pengembangan Karakter. Dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek pembelajaran dan pengambilan keputusan, saya percaya bahwa kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bijaksana dalam mengarahkan hidup mereka dengan nilai-nilai yang benar.
Education is the art of making man ethical. Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis. ~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Kutipan dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel, "Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis," menggarisbawahi peran penting pendidikan dalam pembentukan karakter dan moral manusia. Pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan atau keterampilan, tetapi juga tentang membentuk individu menjadi manusia yang berperilaku etis. Pendapat Saya, yang pertama, Pembentukan Karakter dimana Pendidikan sebagai seni untuk membuat manusia berperilaku etis berarti bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, Pentingnya Lingkungan yang Mendukung yakni Lingkungan sekolah yang mendukung dan aman sangat penting dalam proses pembentukan perilaku etis, Pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai untuk mengajarkan siswa dalam membuat keputusan yang berdasarkan nilai-nilai moral adalah bagian penting dari pendidikan, Pentingnya Peran Guru sebagai Teladan sebagaimana Guru sebagai teladan memainkan peran penting dalam proses pendidikan ini. Sikap dan tindakan guru sehari-hari memberikan contoh konkret bagi siswa tentang bagaimana berperilaku etis, Integrasi Etika dalam Kurikulum, hal ini juga mengajarkan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran etika dalam kurikulum, serta melalui kegiatan dan proyek yang mendorong siswa untuk mempraktikkan perilaku etis. Sebagai seorang pendidik, menginternalisasi konsep ini berarti saya harus selalu mengingat bahwa tujuan akhir dari pendidikan adalah membentuk individu yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang baik. Ini memerlukan pendekatan yang holistik dalam pembelajaran, yang mencakup pengembangan intelektual, emosional, sosial, dan etika siswa. dari dua hal sebagai pandangan ini tentu memerlukan pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan untuk memberikan solusi dalam mengatasi timbulnya berbagai kasus Dilema etika dari pengambilan keputusan timbulnya nilai kebenaran yang saling bertentangan. Studi Kasus Dilema etika sekaligus pengujian kasus tersebut dapat dilihat pada video berikut:
sebagai pimpinan pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang dapat memberikan solusi dikedua sisi secara adil. Hal ini dapat dicapai jika dilakukan dengan paradigma yang tepat, prinsip dilema etika, serta melalui 9 langkah pengujian keputusan yang telah diambil. Bagaimana identifikasi dari kasus Dilema etika atau justru Bujukan Moral, sebagai gambaran sederhana Dilema etika memiliki nilai kebenaran yang sama benar dikedua sisi, sehingga menimbulkan kebimbangan mendalam, sebagai contoh: Guru tidak memberikan nilai karena siswa tidak mengumpulkan tugas video pada siswa SMP, sehingga, nilai siswa tidak diberikan oleh guru, sehingga saat SKL dibagikan tertunda. Hal ini memerlukan keputusan yang tepat. Nilai yang bertentangan adalah Siswa berhak memperoleh nilai yang adil sesuai kompetensinya, bisa jadi tugas tidak diserahkan karena daya dukung (kesiapan Siswa) serta perbedaan profil belajar siswa yang tidak tepat dia tidak suka video karena gaya belajarnya visual suka membuat poster misalnya. tentu guru juga mempertimbangkanhal demikian tidak membuat tagihan tugas video. sehingga kepala sekolah mengambil keputusan tugas susulan sebagai cara mengakomodasi siswa hingga memperoleh SKL. Meskipun guru benar dengan peraturan yang dia anut namun prinsip berpikir peduli, dan prinsip hasil akhir tidak diperhatikan. disini muncul dilema etika guru berhak memberi atau tidak nilai siswa namun harus lebih holistik melihak kemampuan siswa, dan siswa juga benar harus memperoleh hasil belajar akhir berupa SKL atau surat kelulusannya untuk kejenjang selanjutnya.Keterkaitan Filosofi, Nilai, dan Pengambilan Keputusan dalam
Pendidikan
Keterkaitan antar materi tersebut dapat dilihat pada video berikut:
Dan dapat dipahami dengan deskripsi berikut:
Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Pratap Triloka
- "Ing
Ngarso Sung Tulodo" (di depan memberikan teladan) keputusan yang dilakukan sebagai seorang figur yang mencerminkan nilai-nilai kebajikan.
- "Ing Madyo Mangun Karso" (di tengah memberikan dorongan) selalu memberikan keputusan yang memotivasi lingkungannya.
- "Tut Wuri
Handayani" (di belakang memberikan dukungan) sebagai pimpinan memberikan dukungan di setiap keputusan yang diambil berdasarkan diskusi dan kolaborasi.
- Filosofi ini
mengarahkan pemimpin pendidikan dalam pengambilan keputusan yang bijak dan adil.
Implementasi Filosofi KHD dalam Pengambilan Keputusan
- Menjadi teladan
dalam bertindak dan berperilaku etis.
- Mendorong
partisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan.
- Memberikan
dukungan penuh untuk mencapai tujuan bersama.
Pengaruh Nilai pada
Prinsip-Prinsip Keputusan
- Nilai seperti
kejujuran, integritas, empati, dan keadilan.
- Nilai-nilai ini mempengaruhi prinsip dan tindakan kita.
Contoh Pengaruh Nilai Pribadi dalam Keputusan
- Menggunakan
pendekatan yang mendidik saat memberikan hukuman.
- Contoh spesifik: Keputusan dalam menangani pelanggaran peraturan sekolah.
Keterkaitan Materi Pengambilan Keputusan dengan Coaching
- Coaching
membantu refleksi dan evaluasi keputusan.
- Fasilitator
memberikan panduan dan strategi alternatif.
Pengujian dan Refleksi dalam Sesi Coaching
- Refleksi atas
keputusan yang diambil.
- Evaluasi
efektivitas dan penyesuaian keputusan.
Efektivitas Pengambilan Keputusan dan Peran Coaching
- Coaching
membantu mengatasi keraguan dan tantangan.
- Mendapatkan
umpan balik konstruktif.
Pengaruh Kemampuan Guru dalam Mengelola Aspek Sosial Emosional
- Kesadaran
emosional mempengaruhi keputusan dalam dilema etika.
- Contoh:
Menangani konflik antara siswa dengan tenang dan objektif.
Studi Kasus dan Nilai-Nilai yang Dianut Pendidik
- Studi kasus
membantu refleksi terhadap nilai-nilai pribadi.
- Mengubah cara pandang dalam pengambilan keputusan etika.
Dampak Pengambilan Keputusan terhadap Lingkungan Sekolah
- Keputusan yang
tepat menciptakan lingkungan yang positif.
- Tantangan dalam menjalankan pengambilan keputusan etika.
Pengajaran yang Memerdekakan Murid
- Keputusan
mendukung kebebasan belajar dan menghargai perbedaan individual.
- Merancang
pendekatan pembelajaran yang fleksibel.
Pengaruh Keputusan Pemimpin Pembelajaran terhadap Masa Depan Murid
- Keputusan yang
bijaksana mempengaruhi masa depan siswa.
- Memberikan
kesempatan yang adil dan inklusif.
Kesimpulan Akhir dari Pembelajaran Modul
- Ringkasan
konsep yang dipelajari: dilema etika, paradigma, prinsip, dan langkah pengambilan
keputusan.
- Dampak
pembelajaran modul terhadap cara pengambilan keputusan.
Pengalaman Sebelum dan Sesudah Modul
- Perbedaan
pengambilan keputusan sebelum dan sesudah belajar modul.
- Dampak mempelajari
konsep pengambilan keputusan.
Pentingnya Mempelajari Topik Modul
- Pentingnya
topik modul bagi individu dan pemimpin.
- Manfaat dalam
mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan.
Penutup
- Terima kasih
atas perhatian dan partisipasi.
- Mengajak untuk
terus refleksi dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam
pendidikan.

Posting Komentar untuk "Koneksi Antarmateri Pengambilan Keputusan"